Engineering - Installation - Supply - Maintenance

STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Keselamatan personel, ketepatan teknis, dan perlindungan lingkungan adalah prioritas utama dalam setiap operasi kelautan (maritime operations). Kami berkomitmen penuh untuk menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tingkat tinggi guna menjamin keandalan layanan dan keamanan seluruh tim kerja di galangan maupun di atas kapal.


Zero Accident
Kami memegang teguh prinsip bahwa seluruh kecelakaan kerja dapat dicegah melalui perencanaan yang matang dan budaya keselamatan yang proaktif. Dalam menjalankan setiap proyek maritim, target Zero Accident (Nir-Kecelakaan) menjadi komitmen utama yang menuntut seluruh tim untuk aktif mengidentifikasi serta memitigasi potensi bahaya sebelum pekerjaan dimulai. Selain itu, kami memberikan wewenang penuh (Stop Work Authority) kepada seluruh teknisi di lapangan untuk menghentikan proses pengerjaan secara mandiri apabila ditemukan kondisi atau tindakan yang dinilai membahayakan keselamatan jiwa maupun integritas armada.


APD Lengkap
Untuk mengantisipasi risiko tinggi di lingkungan kerja kelautan, seluruh personel CV. FACH TEKNIK MANDIRI diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang telah tersertifikasi standar industri. Perlengkapan ini mencakup penggunaan safety helmet, wearall/coverall tahan panas, pelindung mata dan pendengaran di area engine room, hingga pelindung pernapasan khusus untuk pengerjaan di ruang terbatas (confined space). Saat bertugas di atas air atau di area pinggir dermaga, seluruh tim juga diwajibkan mengenakan life jacket atau work vest serta safety shoes anti-selip yang tahan minyak dan bahan kimia.


SOP LENGKAP
Setiap tahapan pekerjaan teknis wajib dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengacu pada regulasi keselamatan maritim nasional dan internasional. Sebelum aktivitas dimulai, tim kami selalu menyusun Job Safety Analysis (JSA) serta menggelar Toolbox Meeting untuk memetakan potensi risiko dan membagi peran mitigasi secara jelas. Untuk pekerjaan berisiko tinggi—seperti pengelasan (hot work), pengerjaan di dalam tangki kapal, maupun pengerjaan di ketinggian—kami menerapkan sistem izin kerja resmi (Permit to Work) yang dikombinasikan dengan pemeriksaan rutin kelayakan peralatan serta kesiapan prosedur tanggap darurat di lokasi proyek.
